Sabtu, 03 Februari 2018

RETRET NGISON NANDO LAMPUNG

RETRET KATEKIS ST YAKOBUS DI NGISON NANDO LAMPUNG TGL 26-28 JANUARI 2018 Ngison dalam bahasa Lampung berarti dingin, sejuk, adem,memberi kesejukan, bila diuraikan NGISON = Nama Griya Ini Sarat Oleh Nazar. Nando : Nur Asih Nafas Doa, Nando nama sapaan seorang Romo ( Ferdi Nando Pecoraro, MEP)semasa hidup beliau, sungguh terlibat dalam usaha mewujudkan rumah impian Ngison Nando yang seperti sekarang ini. Tepat pk 05.30 pagi, meluncurlah si Kuda Putih “White Horse” yang membawa 32 orang Katekis kloter pertama menuju Pelabuhan Merak. Kapal yang berlabuh membawa semangat para Katekis mengarungi bahtera lautan yang luas menuju ketempat yang sepi jauh dari hingar bingar kota Metropolitan. Romo Silverius Andang Kencana Aji SDB adalah yang membimbing dan menemani Retret ini dari 26-28 Januari 2018. Romo muda Balita tapi penuh pengkhayatan dan humoris, kami sangat menikmati sesi demi sesi yg dibawakannya “Servant Leadership” mengawali sessi pembukaan, adalah bagaimana kita seharusnya menjadi “Pelayan yang Melayani”, kenyataan jaman *NOW” menjadi pelayan adalah karena adanya beberapa unsur, diantaranya : keterpaksaan, tekanan yang lebih kuat bahkan karena uang. Romo Andang mengingatkan kita bagaimana seharusnya menjadi “pelayan” bahwa hendaklah kita juga para katekis berkaca dari tindakan-tindakan Yesus dengan mengosongkan diri/merendahkan hati, rela menderita, direndahkan dan berkurban demi kepentingan sesama. Bila kita sudah terpilih menjadi pelayan-Nya hendaklah menjadi pelayan Tuhan yang sejati yaitu mencari kehendak Tuhan bukan karena Jabatan, Kedudukan apalagi Keuntungan Menjadi pelayan didalam satu komunitas gereja adalah pilihan bebas, tidak ada paksaan dari siapapun, kita telah memilih jabatan tersebut dengan suka rela, maka seyogyanya selain “taat” kita pun mau dan harus bersikap seperti pelayan layaknya. Lihat bagaimana sikap Yesus yang begitu taat kepada BapaNya, dan untuk melaksanakan kehendak Bapa, Dia pun mampu membentuk satu team yang tangguh dan solid, kesatuan dalam kebersamaan meski anggota team nya (Para Rasul nya) datang dari latar belakang yang berbeda. Sikap kepemimpinan yang luwes juga kesabaran sangat dibutuhkan untuk menjadi pelayan yang tangguh/militan dan bertanggung jawab sehingga segala perselisihan dan kekurangan dari anggota team bukan merupakan penghalang untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan. Para Katekis rindu untuk membaharui iman dan semangatnya, maka lewat Sakramen Tobat para Katekis membaharui iman dalam semangat pelayanan sebagai wujud rekonsiliasi. Acara Rohana melengkapi rangkaian acara ini dimana seluruh katekis berdendang ria bersama, bernyanyi, menari, dalam permainan game yang membuat katekis sangat bersuka cita. Bergandengan tangan sehati dan setujuan dalam kemesraan dan kasih Tuhan katekis mengelilingi api unggun sambil makan jagung bakar, kacang rebus juga buah durian yang lagi musim menambah eratnya persaudaraan diantara kami yang berjanji seia bersama untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam berkatakese dengan umat Allah sekaligus mewartakan kabar suka cita kerajaan Allah. 28 Januari, hari Minggu usai Misa Ekaristi dan sarapan rombongan berjumlah 35 orang bertolak menuju pelabuhan Bakauni untuk kembali mengarungi samudra lepas tentunya dengan membawa banyak oleh-oleh khas Lampung buatan Suster-suster dibiara dan hasil panen kebun rumah retret plus sejuta harapan baru menyambut pelayanan yang akan datang di paroki tercinta gereja St.Yakobus Yakin dan percaya dalam iman bahwa Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus yang akan selalu menyemangati kita semua dalam setiap karya pelayanan bagi Dia Duc in Altum Penulis M.N Yanthi Mulyadi

Kamis, 25 Mei 2017

DIBALIK ANAK YANG HEBAT ADA SEORANG IBU YANG HEBAT

Tgl 17 Mei tepat pukul 00.05, mendapat kabar Ibu saya dipanggil pulang keharibaan sang Pencipta, beliau berusia hampir 86 th tepatnya bulan juli yang akan datang. 17 th menderita stroke dan setahun terakhir mulai tidak bisa melakukan aktifitas apa2 setelah terkena serangan stroke yang ke 3 x. "Masa hidup kami hanya tujuh puluh tahun, kalau kami kuat, delapan puluh tahun. Tetapi hanya kesukaran dan penderitaan yang kami dapat; sesudah hidup yang singkat, kami pun lenyap".( Mazmur 90:10), masa ini dirasakan oleh Mami dengan segala kesusahan tapi beliau tetap setia dan sabar dalam menjalani kehidupannya. Masih teringat waktu beliau muda dengan dikarunia 7 orang anak, bagaimana menjalankan kehidupan yang sangat sederhana mengatur uang untuk terus bisa membesarkan anak-anaknya dengan layak. Perjuangan yang begitu hebat dilakukan tanpa mengeluh, dengan suka duka dalam rumah tangga dan penghasilan pas2an. Anak-anaknya sudah menjadi orang dan beliau menyaksikan walaupun dalam keadaan tidak sehat, baru disadari dibalik anak-anak yang hebat selain ada wanita dibelakangnya yang hebat juga ada Ibu yang hebat. Selamat jalan Mami ke surga, Tuhan menyertaimu.
Life is a rollercoaster. You can either scream every time you hit a bump, or you can throw your hands up in the air and enjoy the ride. OPPORTUNITIES don't wait. Either you USE them or you LOSE them.

Jumat, 27 Mei 2016

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT

Hari ini saya dapat pelajaran berharga dari seorang ibu penjual sop iga. Warungnya sederhana di depan sekolahan Saat sedang menikmati makanan, listrik padam. Ibu itu langsung minta maaf dan bergegas keluar membeli pulsa.Karena tanpa listrik kipas angin mati dan artinya panas udaranya. Inilah "KENYAMANAN" Saat itu saya sendirian di warung, ibu itu tak canggung menitipkan warung nya ke saya untuk ditinggal beberapa saat. Inilah "KEPERCAYAAN" Sesaat sebelum makanan saya habis, sekali lagi si ibu meminta maaf. "Mas maaf ya klo sop nya keasinan." Padahal saya tdk komplain. Wow...ibu ini sadar akan kekurangan. Inilah "KEPEKAAN" Selesai makan saatnya membayar. Ketika saya membayar si ibu bertanya... Rumah dimana mas? Orang tua dimana mas? Asli mana mas? Sambil memberi uang kembalian,si ibu sempat memberikan doa. "Semoga sukses terus ya mas..." "Amin." jawab saya Yesss... Hubungan bisnis gak melulu tentang uang. Inilah "PERHATIAN" Luar biasa lagi... Ketika saya sudah naik mobil dan hendak jalan.Si ibu keluar dr warungnya dan berdiri di depan pintu warung...sambil berkata "Hati-hati ya mas...semoga sukses" Sampai saya menulis ini, saya masih sangat kagum pada ibu itu. Doa saya semoga ibu diberi umur panjang dan warung nya rame. Tuhan memberkati. Amin. Kalau sudah ga ada kenyamanan, kepercayaan, kepekaan, dan perhatian entah apa yang terjadi.