Senin, 25 November 2013

MOTIVATION PICTURE

GOOD WORDS

No One Has Traveled The Bridge Of Success Without Ever Crossing The Streets Of Failures. G0D Never Promised Us An Easy Journey In Life, Only Safety On Board… … Remember … Never Say “No One Likes Me” Just Say “There Is No One Like Me.” Be The Change And Feel The Change. . .

Senin, 02 September 2013

G A J I

G A J I Gaji. Cuma 4 huruf memang. Tapi kenyataannya, yang namanya gaji selalu saja ditunggu-tunggu oleh mereka yang bekerja sebagai karyawan. Dimanapun itu. Betul. Jika Anda - atau suami Anda - bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, seringkali Anda selalu menunggu agar tanggal gajian itu datang - kalau bisa - sepuluh hari lebih cepat. Benar kan? Menariknya, berapa pun gaji yang terima, seringkali kita merasa tidak pernah cukup. Besar sih besar. Itu sebabnya, kadang kita merasa kesal, kenapa sudah capek-cepek kerja sebulan, tetapi gaji tak pernah cukup. Bapak ibu, tenang. Kalau Anda bingung karena merasa gaji Anda tidak pernah cukup, maka kali ini saya akan memberitahu 5 hal kenapa gaji Anda dirasa tidak pernah cukup. Mau tahu apa saja? Biaya Hidup Tinggi Salah satu penyebabnya mungkin karena biaya hidup di kota tempat Anda tinggal memang tinggi, dibandingkan kota-kota lain. Sekali lagi, ini cuma kemungkinan saja lho. Gaji Anda Terlalu Kecil Penyebab kedua adalah gaji yang kecil. Mungkin biaya hidup di kota Anda tak terlalu tinggi, tapi berhubung gaji Anda kecil, jelas Anda merasa gaji tak cukup bukan? Memang ada yang berpendapat, berapa pun gaji Anda, asal bisa dikelola dengan baik, pasti cukup. Betul. Saya setuju, karena saya sendiri juga bilang begitu. Tapi, kalau Anda merasa telah mengelolanya dengan baik, tapi kok gaji Anda tetap saja dirasa enggak pernah cukup selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, maka bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil. Kenaikan Gaji tak Sebanding dengan Kenaikan Biaya Hidup Penyebab ketiga karena kenaikan gaji Anda setiap tahun tidak seimbang dengan kenaikan Biaya Hidup. Misalnya, gaji di keluarga Anda Rp 1 juta sebulan. Biaya hidup Anda sekeluarha juga Rp 1 juta sebulan. Sementara tahun depan harga-harga naik, sehingga biaya hidup misalnya Rp 1,3 juta sebulan. Semetara gaji Anda "hanya" naik 10 persen, menjadi Rp 1,1 juta. Jelas, kan, gaji Anda tidak cukup. Uang Lebih Enak Dihabiskan daripada Ditabung Jujur saja, dimana-mana, yang namanya uang lebih enak untuk dihabiskan daripada ditabung. Benar kan? Contohnya, kalau Anda dapat uang Rp 500 rb sekarang, pasti akan lebih enak kalau Anda membelanjakannya daripada disimpan. Bawa saja uang itu ke toko baju atau toko sepatu, pilih-pilih, beli deh. Tapi, kalau ditabung, enggak enak rasanya. Kenapa? Karena Anda jadi enggak bisa belanja. Itulah kenapa yang namanya uang lebih enak dibelanjakan daripada ditabung. Nah, karena keenakan, membuat orang selalu menghabiskan uang di dompetnya. Setiap kali Anda pegang uang, selalu habis. Akhirnya, ketika ada kebutuhan, Anda lantas berpikir: "Kok nggak cukup ya gaji saya?" Padahal, itu karena Anda sudah terlanjur keenakan menghabiskan uang, sehingga rasanya gaji Anda seperti tidak cukup. Padahal, mungkin saja gaji Anda sebetulnya cukup, tapi Anda terlalu menghambur-hamburkannya. Karena Keinginan Tidak Ada Batasnya Anda tahu tidak bedanya kebutuhan dan keinginan? Kebutuhan adalah sesuatu yang Anda beli karena memang Anda butuhkan, entah Anda ingin atau tidak. Sementara keinginan, adalah sesuatu yang Anda beli, walaupun kadang Anda tidak selalu membutuhkannya. Menariknya, kebutuhan seringkali memiliki batas. Sementara keinginan biasanya tidak memiliki batas. Misalnya, setiap bulan, penghasilan keluarga Anda katakan saja Rp 1 juta. Biaya hidup yang betul-betul Anda butuhkan setiap bulan rata-rata adalah Rp 700 ribu (ada batasnya, ingat?). Sementara, barang-barang yang Anda beli karena Anda memang menginginkannya, rata-rata adalah Rp 300 ribu per bulan. Total Rp 1 juta. Sesuai dengan gaji Anda. Tapi, suatu kali, bisa saja keinginan Anda meningkat, dari yang biasanya Rp 300 ribu per bulan, menjadi Rp 500 ribu per bulan. Otomatis, penghasilan Anda jadi nggak cukup dong. Menariknya, seringkali justru keinginan inilah yang membuat gaji kita tidak cukup, karena yang namanya keinginan seringkali tidak ada batasnya, sementara kebutuhan, umumnya ada batasnya (dalam contoh diatas tadi, yaitu Rp 700 ribu per bulan). Nah, kalau Anda ingin gaji Anda cukup, sering-seringlah mengendalikan keinginan Anda yang biasanya tidak terbatas itu, dan motivasi diri anda. Bagaimana bapak ibu. Sudah jelas kan kenapa Anda selalu merasa gaji Anda tidak pernah cukup?

Wise Words

Winners: They Do Tomorrow’s Work Today. Averages: They Do Today’s Work Today.. Failures:They Do Yesterday’s Work today. Mobile Phones May Get You Close To The People Who Are Far Away, But They Take You Away From The People Sitting Next To You..

Sabtu, 24 Agustus 2013

WORTEL, TELUR ATAU KOPI

Wortel, Telur atau Kopi? Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan masing-masing mendidih. Selama itu ia terdiam seribu bahasa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur, dan kopi, ” jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. “Apa maksud semua ini, ayah?” tanya sang anak. Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu. Maka, yang manakah dirimu?” tanya sang ayah pada anaknya. “Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?

JIKA ENGKAU CERAIKAN AKU, BOPONG AKU DIPANGKUANMU

JIKA ENGKAU MENCERAIKAN AKU, BAWA AKU DIPANGKUANMU Pada hari pernikahan Anton dan Wati, Anton membopong istrinya. Mobil pengantin berhenti didepan flat mereka berkamar satu. Sahabat-sahabatnya menyuruh Anton untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi Dia bopong Wati memasuki rumahnya. Wati kelihatan malu-malu. Anton adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening : Mereka mempunyai seorang anak, Anton terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara mereka pun semakin surut. Wati adalah pegawai sipil. Setiap pagi mereka berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak mereka sedang belajar di luar negeri. Perkawinan mereka kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak Anton sangka-sangka, Mira hadir dalam kehidupan Anton. Waktu itu adalah hari yg cerah. Anton berdiri di balkon dengan Mira yg sedang merangkul Anton. Hati Anton sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg Anton belikan untuknya. Mira berkata, “kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan Anton pada istrinya. Ketika mereka baru menikah, istrinya pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.” Berpikir tentang ini, Anton menjadi ragu-ragu. Anton tahu kalau dia telah menghianati istrinya. Tapi Anton tidak sanggup menghentikannya. Anton melepaskan tangan Mira dan berkata, “kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”. Kelihatan ia jadi tidak senang karena Anton telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiran Anton walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, Anton merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istrinya. Walau bagaimanapun Dia jelaskan, Wati pasti akan sangat terluka.Sejujurnya Wati adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Anton duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu mereka akan menonton TV sama-sama. Atau Anton akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Mira. Ini adalah hiburan baginya Suatu hari Anton berbicara dalam guyon, “seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? ” Ia menatap pada Anton selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari dirinya. Anton tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa Anton serius. Ketika istri Anton mengunjungi kantornya, Mira baru saja keluar dari ruangan kerja Anton. Hampir seluruh staff menatap Wati dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Dia kelihatan sedikit curiga. Dia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahan Anton. Tapi Anton membaca ada kelukaan di matanya. Sekali lagi, Mira berkata pada Anton,”He Ton, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama.” Anton mengangguk Anton tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istrinya menyiapkan makan malam, Anton memegang tangannya. “Ada sesuatu yg harus kukatakan”. Wati duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi Anton melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba Anton tidak tahu harus berkata apa. Tapi Wati tahu kalau Anton terus berpikir. “Aku ingin bercerai”,Anton ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Wati seperti tidak terpengaruh oleh kata-katanya,tapi Wati bertanya secara lembut,”kenapa?” “Aku serius.”Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat Wati sangat marah. Dia melemparkan sumpit dan berteriak kepada Anton, “Kamu bukan laki-laki!”. Pada malam itu, mereka saling membisu. Wati sedang menangis. Anton tahu kalau Wati ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan mereka. Tapi Anton tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatinya telah dibawa pergi oleh Mira. Dengan perasaan yg amat bersalah, Anton menuliskan surai perceraian dimana istrinya memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaannya. Wati memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Anton merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamanya sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupnya. Tapi Anton tidak bisa menarik kembali apa yg telah diucapkan. Akhirnya Wati menangis dengan keras didepannya, dimana hal tersebut tidak pernah Anton lihat sebelumnya. Baginya, tangisannya merupakan suatu pembebasan untuknya. Ide perceraian telah menghantuinya dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi. Pada larut malam, Anton kembali ke rumah setelah menemui kliennya. Anton melihat Wati sedang menulis sesuatu. Karena capek Anton segera ketiduran. Ketika Anton terbangun tengah malam, dia melihat Wati masih menulis. Anton tertidur kembali. Wati menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dari Anton, tapi Anton harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu mereka harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana : Anak mereka akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan Wati tidak ingin anaknya melihat kehancuran rumah tangganya. Wati menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,” He Ton, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadanya. Anton mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku dilenganmu”, katanya, “jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku sampai waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.” Anton menerima dengan senyum. Anton tahu Wati merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis. Anton memberitahukan Mira soal syarat-syarat perceraian dari istrinya. Mira tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” Mira mencemooh Kata- katanya membuat Anton merasa tidak enak. Istrinya dan Anton tidak mengadakan kontak badan lagi sejak dia katakan perceraian itu. mereka saling menganggap orang asing. Jadi ketika Anton membopongnya dihari pertama, mereka kelihatan salah tingkah. Anaknya menepuk punggung mereka,”wah, papa membopong mama, mesra sekali”. Kata-katanya membuat Anton merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, Anton berjalan 10 meter dengan dirinya dalam lengannya. Wati memejamkan mata dan berkata dengan lembut,”mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita.” Anton mengangguk, merasa sedikit bimbang. Anton melepaskan Wati di pintu. Wati pergi menunggu bus, dan Anton pergi ke kantor. Pada hari kedua, bagi mereka terasa lebih mudah. Wati merebah di dadanya, Mereka begitu dekat sampai-sampai Anton bisa mencium wangi di bajunya. Anton menyadari bahwa Dia telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Anton melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya. Pada hari ketiga, Wati berbisik pada Anton, “kebun diluar sedang dibongkar. Hati-hati kalau kamu lewat sana.” Hari keempat,ketika Anton membangunkannya, Anton merasa kalau mereka masih mesra seperti sepasang suami istri dan Anton masih membopong kekasihnya dilengannya. Bayangan Mira menjadi samar. Pada hari kelima dan keenam, Wati masih mengingatkan Anton beberapa hal, seperti dimana Wati telah menyimpan baju-baju Anton yg telah Wati setrika, Anton harus hati-hati saat memasak, dll. Anton mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Anton tidak memberitahu Mira tentang hal ini. Anton merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuat Anton semakin kuat. Anton berkata padanya, “kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang” Wati sedang mencoba pakaiannya, Anton sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Wati berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu Wati melihat, “semua pakaianku kebesaran”. Anton tersenyum. Tapi tiba-tiba Anton menyadarinya, sebab Wati semakin kurus, itu sebabnya Anton bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan Anton semakin kuat. Anton tahu Wati mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, Anton merasakan perasaan sakit. Tanpa sadar Anton sentuh kepalanya. Anak mereka masuk pada saat tersebut. “Pa, sudah waktunya membopong mama keluar.” Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Wati memberikan isyarat agar anaknya mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Anton membalikkan wajah sebab Anton takut akan berubah pikiran pada detik terakhir. Anton menyanggah Wati dilengannya, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegang Anton secara lembut dan alami. Anton menyanggah badannya dengan kuat seperti mereka kembali ke hari pernikahannya. Tapi Wati kelihatan agak pucat dan kurus, membuat Anton sedih. Pada hari terakhir, ketika Anton membopongnya dilengannya, Anton melangkah dengan berat. Anaknya telah kembali ke sekolah. Wati berkata, “sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua.” Anton memeluknya dengan kuat dan berkata “antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”. Anton melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Anton takut keterlambatan akan membuat pikirannya berubah. Anton menaiki tangga. Mira membuka pintu. Anton berkata padanya,” Maaf Mira, aku tidak ingin bercerai. Aku serius”. Mira melihat kepadanya, kaget. Ia menyentuh dahi Anton. “Kamu tidak demam.” Kutepiskan tangannya dari dahi Anton. “Maaf Mira, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu”. Mira tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Anton menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan Anton melewati sebuah toko bunga. Dia pesan sebuah buket bunga kesayangan istrinya. Penjualnya bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Anton tersenyum dan menulis : “Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.”

RAMADHAN HOLIDAY 2013

" Be part of the solution, never the problem; be part of a creation, never of a submission. Life's too short for people to hold you back. Be a part of an enterprise but never of a compromise." "Life is like a wheel, sometimes you will be on the top, sometimes you will be at the bottom. It is not important when we become on the top or at the bottom. But the most important is thank God when success and patient when fail." 10% of conflicts are due to difference in opinion and 90% are due to wrong tone of voice.

GARAM DAN TELAGA

GARAM DAN TELAGA Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi. datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama, la lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba. minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu. "Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu. sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum, la. lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air. mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi. "Bagaimana rasanya?". "Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. 'Tidak", jawab si anak muda. Dengan bijak. Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. la lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu. akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan." Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa

Jumat, 19 Juli 2013

50 TAHUN SALAH PAHAM

50 Tahun Salah Paham Dikisahkan, disebuh gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun perkawinan pun berlangsung dengan megah dan sangat meriah. Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah pada puncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum menikmati kamuan tersebut, seluruh hadirin mengikuti prosesi penyerahan hidangan istimewa dari sang pejabat istana kepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain adalah sepotong ikan emas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikan emas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangat terkenal. “Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal. Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikah dan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usia perkawinan kami yang ke-50 serta dengan segala keberhasilan ini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan, kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi,” kata sang pejabat senior dalam pidato singkatnya. Lalu, tibalah detik-detik yang istimewa yang mana seluruh hadirin tampak khidmat menyimak prosesi tersebut. Pejabat senior istana mengambil piring, lalu memotong bagian kepala dan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuh kelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala dan ekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isteri menerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan dengan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, dan mengharukan tersebut. Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar isak tangis si isteri pejabat senior. Sesaat kemudian, iska tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu yang ikut tertawa bahagia mendadak jadi diam menunggu apa gerangan yang bakal terjadi. Sang pejabat tampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya dan bertanya “Mengapa engkau menangis, isteriku?” Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan “Suamiku…sudah 50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu. aku telah dengan melayani dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demi kasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekor ikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama. Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.” tutur sang isteri. Pejabat senior terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca pula, ia berkata kepada isterinya,” Isteriku yang tercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu.” Sambil mengusap air matanya, pejabat senior itu melanjutkan, “Demi Tuhan, setiap makan ikan emas, bagian yang paling aku sukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demi sumpahku untuk memberikan yang paling berharga buatmu.” Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi “Walaupun telah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu saling mencintai, ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahadia.” Akhirnya, sang pejabat memeluk isterinya dengan erat. Tamu-tamu terhormat pun tersentuh hatinya melihat keharuan tadi dan mereka kemudian bersulang untuk menghormati kedua pasangan tersebut. Arti cerita diatas: Bisa saja, sepasang suami - isteri saling mencintai dan hidup serumah selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi jika di antaranya tidak ada saling keterbukaan dalam komunikasi, maka kemesraan mereka sesungguhnya rawan dengan konflik. Kebiasaan memendam masalah itu cukup riskan karena seperti menyimpan bom waktu dalam keluarga. Kalau perbedaan tetap disimpan sebagai ganjalan dihati, tidak pernah dibiacarakan secara tulus dan terbuka, dan ketidakpuasan terus bermunculan, maka konflik akan semakin tak tertahankan dan akhirnya bisa meledak. Jika keadaan sudah seperti ini, tentulah luka yang ditimbulkan akan semakin dalam dan terasa lebih menyakitkan. Kita haruslah selalu membangun pola komunikasi yang terbuka dengan dilandasi kasih, kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, pengertian dan kebiasaan berpikir positif.
Life is only traveled ONCE, Today’s MOMENT becomes Tomorrow’s MEMORY. Enjoy every moment, good or bad, because the GIFT of LIFE is LIFE itself….
A snake has its poison in its teeth.. A dog in its tongue.. A scorpion in its tale.. Its only the human who have poison in their hearts… Strange but true!.....
If you wait for happy moments, You will wait forever. But If you start believing that you are happy, You will be happy forever...............
Every sunset gives us one day less to live! But every sunrise give us, one more to hope! So, always hope for the best.
Stop focusing on what you don’t want in your life.. The more you think about it, the more you affirm and attract what you fear into your everyday experiences. You become your own worst enemy!

Minggu, 14 Juli 2013

It’s not wrong to give up and cry when you cannot take the pain anymore. Remember… Even clouds cry when they cannot carry the rain anymore.
3 Things to learn from a CHILD: -To Be Happy For No Reason. -To Be Always Busy Doing Something. -To Know How To Demand Small Things Without Ego.
Happiness is not something ready made. It comes from your own actions. So if you want to be happy. Plan your actions accordingly
Give thousand chances to your enemy To become your friend. But never give a single chance to your Friend To become your enemy.
Past is Waste Paper, Present is News Paper, Future is Question Paper, Life is Answer Paper, So, Care fully Read & Write it and enjoy life!

57 SEN

LIMA PULUH TUJUH SEN ( 57 SEN) Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena “sudah terlalu penuh”. Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis? “Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu” kata si gadis kecil. Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak-acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil. Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur dimalam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus. Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu, si gadis kecil berkawan dengan sang pastur. Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya: “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu” Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia. Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja. Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu. Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton). Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi. Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus (yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah MInggu. Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis keci miskin itu, yaitu pastor DR.Russel H.Conwell penulis buku “Acres of Diamonds” - a true story.

Sabtu, 22 Juni 2013

KEPERCAYAAN ADALAH ASSET

Ketika kita bicara tentang bisnis, kebanyakan orang akan berkata bahwa "business is abouttrust." Saat kita menunjukkan pada orang lain (entah klien, rekan, konsumen) bahwa kita bisa dipercaya, dapat dikatakan kita sudah memiliki aset penting untuk terus menjalankan bisnis. Tapi tentu untuk mendapatkantrust dari orang lain, apalagi orang yang baru kita kenal, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bagaimana dengan kehidupan seorang profesional yang mengabdi pada sebuah perusahaan?Trust juga rupanya merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. Kalau kita senantiasa belajar untuk menunjukkan sikap dan kinerja yang baik, bukan seadanya. Hal itu juga akan membuat tingkatkepercayaan atasan kita bertambah. Jadi intinya,trustworthy adalah satu hal yang penting dalam berbagai bidang kehidupan kita. Lantas bagaimana supaya kita mendapatkantrust itu? Saya bersyukur karena Tuhan memberikan prinsip di dalam firmanNya untuk bisa memperolehtrust. Dalam Lukas 16 jelas dikatakan bahwa kesetiaan dan kebenaran yang kita tunjukkan dalam perkara kecil akan membawa kita pada perkara yang lebih besar. Luar biasa bukan? Kuncinya sederhana saja, meski tidak selalu mudah dilakukan: setia dan benar. Tidak cukup setia, tapi juga harus benar. Jadi, apapun yang saat ini dipercayakan pada Anda, jangan menjadi "lemah", teruslah setia dan lakukan dengan benar,trust akan datang dalam hidup Anda, pertama-tama yang terpenting adalah dari Tuhan sendiri, lalu juga dari orang lain. Sekali gagal dalam ujiankepercayaan, dibutuhkan usaha keras dan waktu yang lama untuk bisa dipercaya lagi.
Momen syukuran 55th di hotel Dafam Pekalongan, tgl 18 Mei 2013 aspikal 71

Rabu, 29 Mei 2013

Syukuran 55th ASPIKAL 71 di hotel Dafam Pekalongan, tgl 18 Mei 2013 Puji syukur dan bersyukur adalah tema pertemuan syukuran aspikal 71 ( alumni smp pius pekalongan th 1971) yang mensyukuri dalam usianya ke 55 th, dengan diiringi doa bersama serta pemotongan kue ultah 55 th serta pemotongan tumpeng, sederhana tapi penuh makna. Kebersamaan serta tali silaturahmi yang terus menerus digalang dipelihara dari tahun ke tahun mulai dari th 2006, 2008, 2010, 2012 serta 2013 yang dihadiri lebih dari 30 teman2 dari pekalongan, semarang, solo, surabaya, yogya, jakarta, bandung,merak. Terima kasih Tuhan yang sudah mencintai aspikal 71 .....................Sampai jumpa di Bandung agustus 2014.
Life has no 2nd edition to correct it later.. It has only 1 edition which should be the Best.. So lets be careful while writing every page...

Selasa, 30 April 2013

TIME MANAGEMENT

MANAJEMEN WAKTU YANG BAIK Seorang pakar menajemen waktu tengah berbicara kepada suatu kelas mahasiswa bisnis muda dan ambisius. Untuk menyampaikan suatu pokok pikiran, dia menggunakan ilustrasi yang tak akan pernah mereka lupakan. Sambil berdiri di depan kelompok itu, dia berujar,” ok, waktu untuk kuis”. Dia mengeluarkan sebuah botol bermulut lebar berukuran 1 galon, dan meletakkannya di atas meja didepannya. Lalu dia mengeluarkan kira-kira 12 batu sebasar kepalan tangan dan dengan hati-hati memasukkannya sekaligus ke dalam botol. Ketika botol itu terisi sampai ke atas dan tidak ada batu lagi yang bisa masuk ke dalamnya, dia bertanya, “apakah botol ini penuh?” setiap orang dalam kelas itu menjawab “ya”. Kemudian dia bertanya, “benarkah?” dia mengulurkan tangannya ke bawah meja dan mengeluarkan seember kerikil ke dalam botol dan mengocok botol itu, menyebabkan butiran-butiran kerikil bekerja sendiri turun masuk ke dalam sela-sela diantara batu-batu besar itu. Lalu dia bertanya pada kelompok mahasiswa itu sekali lagi, “apakah botol ini penuh?” saat itu perhatian seluruh kelas terpusat padanya, “mungkin tidak”, jawab salah seorang dari mereka. “bagus !” jawabnya. Dia mengulurkan tangannya ke bawah meja dan mengeluarkan seember pasir. Dia mulai menumpahkan pasirnya ke dalam botol, dan pasir itu memenuhi semua ruang yang tersisisa siantara batu-batu dan kerikil itu. Sekali lagi dia mengajukan pertanyaan: “apakah botol ini penuh?”. “tidaaaaak!” teriak seluruh kelas. Sekali lagi katanya, “bagus!” lalu dia mengambil sekendi air dan mulai menuangkannya ke dalam sampai botol itu terisi hingga ke tepi mulut botol. Kemudian dia memandang kelas itu dan bertanya, “Apa maksud dari ilustrasi ini?” seorang mahasiswa yang rajin dan bersemangat mengankat tangan dan katanya, “Mkasudnya adalah, seberapapun penuhnya jadwal anda, jika anda mencoba dengan sungguh-sungguh keras, anda selalu bisa memasukkan beberapa hal ke dalamnya”. “Bukan”, jawab si pembicara, “bukan itu maksudnya, kebenaran yang diajarkan ilustrasi tadi kepada kita adalah; kalau anda tidak memasukkan batu-batu yang besar lebih dulu, anda tak akan pernah membuat semuanya masuk.” Apakah “batu-batu besar itu” dalam hidup anda? Proyek yang ingin anda selesaikan? Waktu dengan orang-orang yang anda cintai? Iman anda, pendidikan anda, keuangan anda? Suatu perkara? Mengajar atau menasihati orang lain? Ingatlah untuk memasukkan batu-batu besar itu lebih dulu, atau anda tak akan pernah membuat semuanya masuk. Maka, nanti malam, atau pagi hari ketika anda merefleksikan cerita pendek ini, tanyakan pada diri anda sendiri pertanyaan ini: apakah “batu-batu besar” itu dalam hidup atau bisnis saya? Lalu masukkan itu lebih dulu ke dalam “botol” anda.

Sabtu, 27 April 2013

INSPIRATION WORDS

“Good Things come to those who wait. Better Things come to those who think & act… but the best comes to those who pray, believe,think & act" Don't go the way where life takes you, but take life the way where you want to go, always remember you are born to live & not living cause you are born.

JANGAN TAKUT GAGAL, TUHAN MAU ENGKAU SUKSES

Mana terpikir oleh Beethoven akan menjadi composer tenar di dunia, apalagi gurunya berkata “Engkau tidak berbakat composer.” Mana terpikir oleh Thomas Alva Edison menjadi penemu bola lampu, saat dia beberapa kali gagal naik kelas dan gurunya berkata “Engkau terlalu bodoh untuk belajar apapun.” Mana terpikir oleh Mikhael Jordan menjadi pemain basket ternama, waktu di SMA ia dikeluarkan dari tim basket SMA-nya. Dan siapa yg mengira seorang Regina yang telah 6 kali gagal audisi, akhirnya terpilih menjadi Indonesian Idol 2012…!! “Orang lain mereka-reka yang buruk tetapi TUHAN mereka-rekakannya untuk kebaikkan.” Jangan takut dengan omongan orang lain, Hidupmu ada ditangan Tuhan, Dia mempunyai agenda besar dalam hidupmu…! RencanaNya masih segudang dan akan dinyatakan bagimu..! Teruslah tekun dalam sgala keadaan, jangan pernah lelah utk terus mencoba dan bangkit, tetaplah berdoa, sekalipun orang lain berkata-kata negatif, but your life is yours!!! Keputusanmulah yang akan menentukan masa depanmu!! Responmulah yang akan menentukan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin! Dan selalu percaya bahwa “Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil”

Sabtu, 06 April 2013

WISE WORDS

Love, Care and Respect The 1st two you GIVE, The last one you EARN, That's the secret of a Good Relationship..!! Life is so confusing.. What we want we don't get.. What we get we are not satisfied.. What we expect never happens and What we hate generally repeats. That's life

Senin, 25 Maret 2013

God wrote the book that is your life. Each day that you are living was written long ago. He writes best sellers, so be proud of who you are… in His book, you are the STAR! One good reason why we should pray: it’s because GOD can do more in 5 seconds than what we can do for ourselves in 5 years.. When GOD solves your problems, You have faith in his abilities…. When he doesn’t solve your problems, He has faith in your abilities…

Jumat, 22 Maret 2013

If Egg is broken by outside force, Its life Ends! But if broken by inside force, Life begins. Great Things always begin From inside "TRUST YOURSELF" The world will provide you with stones everyday. What you build out of it, is your choice… Wall, Road or a Bridge… You may even choose to do nothing. At the end, the world will know you by what you did with it.
Success & Excuses Do Not Talk to Each Other. So If You Give Excuses.. forget about Success And If You want Success... forget about Excuses.

Jumat, 01 Maret 2013

SEPERTI AIR Ada seorang pemuda sedang berjalan-jalan di tepi sungai seorang diri. Dia melihat ada seorang gadis kecil sedang mengamati aliran air di sungai. Pemuda itu pun mendekatinya sampai pada akhirnya terlibat suatu pembicaraan sederhana. "Apa yang sedang kau amati?" tanya pemuda itu. "Aku sedang memikirkan tentang arti hidup dan bagaimana aku harus bersikap saat menjalani kehidupan ini," jawab gadis kecil itu. Pemuda itu pun jongkok sehingga tubuhnya sejajar dengan gadis kecil itu. Dia pun duduk di sebelah gadis kecil itu. Pemuda itu berkata, "Milikilah hidup seperti air dan jangan hidup seperti awan". Gadis kecil itu tampak kebingungan. Berkali-kali dia melihat ke atas untuk menatap awan dan melongokkan wajahnya kebawah untuk melihat air. "Tdak ada air yang bergerak ke atas. Air mengajarkan kepada kita untuk selau rendah hati. Air selalu mencari cara untuk bergerak ke bawahSedangkan awan, ia sangat tinggi. Semakin ringan dan tinggi, maka semakin tak berbobot, " jawab pemuda itu. Pemuda itu pun melanjtkan perkataannya, "Saat kita hidup, maka hiduplah dengan penuh kerendahan hati. Jangan hanya melihat ke atas, namun pedulilah juga terhadap orang-orang yang berada di bawah. Saat kita bersikap sombong, maka orang akan memperbincangkan kita dengan negatif. Kita tidak akan dihargai oleh mereka." Air itu selalu bergerak dari atas ke bawah. Hendaknya hidup kita seperti air yang selalu menjadi saluran berkat bagi sesama. Jadikan hidup kita berharga dengan peduli terhadap orang-orang di sekitar kita.
Life is short and temporary. Don't stress just because you can't get what you want. Learn to appreciate what you have.